Kamis, 04 Juni 2009 , 20:30:00
|
| |
|
|
azagh
Ceruk Mendale, lokasi penemuan benda-benda bersejarah Gayo
Ashaf | gayolinge
Takengon - Situs Sejarah Ceruk Mendale yang terletak di Kampung Mendale Kecamatan Kebayakan sebelumnya pernah heboh. Pasalnya, tim arkeologi dari Balai Arkeologi Medan (Balar) yang dipimpin Lucas dan Ketut, menemukan batu kapak persegi yang absolute berusia 3500 tahun silam.
Bahkan Ketut Wiradnyana, pemimpin penggalian arkeologi beberapa waktu lalu d]pernah menyatakan bahwa sejarah Indonesia harus direposisi dengan penemuan peradaban neolitik di Ceruk Mendale yang dalam bahasa Inggris disebut Rock Shelter atau aAbris Sous Roches dalam bahasa Frnacis yang sering dipakai untuk istilah ceruk dalam Arkeologi dunia.
Tapi, Amatan LSM Vistaga, Minggu (31/5), lokasi ceruk Mendali kini tidak terawatt bahkan dirusak dengan bulldoze. Tanah dari lokasi Ceruk Mendale dikeruk untuk dijadikan tanah timbunan.
Dari bagian tanah Ceruk yang dikeruk tersebut, tampak fragmen (kepingan) gerabah yang diduga bagian dari sejarah purbakala di Dataran Tinggi Gayo. Khalissudin, sekretaris LSM Vistaga yang sengaja dating melihat kondisi ceruk sangat menyedihkan asset sejarah purbakala tersebut dibiarkan hancur.
Menurut Khalis, okasi ceruk memanjang sekitar 50 meter lebih yang merupakan satu kesatuan ceruk. Di semua bagian ceruk ini terdaat lapisan budaya dan potongan gerabah serta tulang yang terlihat jelas dari kerukan tanah dengan bulldozer.
Seharusnya situs ini dilindungi dan dijaga. Minimal dipagar agar tidak punah akibat ketidakpedulian kita”, kata Khalis. Menurut Khalis, bagian situs Mendale yang tidak dirusak hanya lokasi penelitian yang dilakukan Balar sekitar sebulan lebih lalu.
Lokasi bekas penelitian yang pernah ditemukan batu kapak persegi yang berusia 3500 tahun dan kerangka manusia yang ditimbun batu aman dari pengrusakan karena dijadikan warga setempat menjadi kandang kerbau dan dipagar.
Pantauan Koran ini disepanjang Ceruk Mendale, sudah banyak bagian tanah yang dikeruk untuk dijadikan tanah timbun. Bahkan Koran ini menemukan banyak fragmen gerabah dan tulang disepanjang Ceruk Mendale yang terbuang begitu saja. Di bekas kerukan dengan lata berat tersebut juga terlihat tanah bekas dibakar yang berwarna hitam, potongan tulang, gerabah dan sejumlah bagian lainnya yang diduga merupakan peradaban masa lalu yang telah ada di Dataran Tinggi Gayo berusia sekitar 3500 tahun lalu.
LSM Vistaga berharap Pemda tidak menutup mata atas asset sejarah purbakala gayo yang kini nyaris hilang akibat ketidakpedulian. “Seharusnya Pemda malah menindaklanjuti temuan Balar Medan di Ceruk Mendale dengan melakukan penelitian lanjut dengan apa yang disebut analisa karbon. Dengan analisa karbon, umur peradaban di Mendale dapat diketahui. Aneh, Pemda tidak tertarik sejarah negeri mereka sendiri sebagai identitas yang justru akan menjadi sumber pemasukan PAD bila dikelola secara professional”, kata Ashaf, ketua Vistaga (01)
|
| |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|