Forum Penyelamatan Lut Tawar (FPLT) menghimbau kepada masyarakat sekitar Lut Tawar dan wisatawan yang berkunjung untuk tidak membuang sampah ke danau
LOGIN   |   REGISTER   |    FORGET PASSWORD

   
Selasa, 02 Juni 2009 , 19:25:00

   
BANDA ACEH – Provinsi Aceh sampai kini belum masuk dalam kalender  wisata nasional. Makanya, Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata perlu menerapkan berbagai strategi guna memajukan potensi wisata yang nyaris tenggelam.

“Kita sudah menyurati Menteri Kebudayaan Pariwisata (Menbudpar), meminta memasukkan Aceh dalam kalender wisata nasional. Namun semuanya butuh proses dan diharuskan ada peningkatan kualitas dan fasilitas ditempat – tempat objek wisata,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Drs H Mirzan Fuadi MM, Selasa (2/6) kepada wartawan.

Mirzan mengatakan, jika Aceh dimasukkan dalam kalender wisata nasional, tentunya akan mendapatkan tambahan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari Pemerintah pusat, serta makin mempermudah promosi Aceh.

Namun demikian, Mirzan mengatakan untuk memajukan potensi wisata Aceh tidak perlu menunggu dimasukkan dalam kalender even Nasional. Karena dengan potensi dan sumberdaya saat ini yang memadai, itu dapat diwujudkan bila adanya dukungan semua pihak di Aceh.

Dia menjelaskan, dengan letak strategis dan berada di kawasan Selat Malaka. Yang merupakan salah satu jalur pelayaran internasional, maka sudah seharusnya Aceh menjadi peluang pengembanagan wisata unggulan di kawasan paling barat Indonesia.

“Di Aceh tersebar 756 objek wisata alam dan budaya yang telah dikembangkan. Namun masih perlu penataan, pengembangan dan promosi lebih lanjut oleh putra – putrid Aceh (professional)," ujarnya.

Mirzan mengutarakan, jika seluruh objek wisata memiliki nilai jual (value addition) dan keunikan tersendiri bagi para wisatawan dalam negeri dan luar negeri.

Lebih lanjut, Mirzan menyatakan, salah satu strategi mempromosikan potensi asset  wisata di Provinsi Aceh, pada 12 dan 15 Juli 2009 mendatang Pemerintah Aceh melalui Disbudpar mengadakan pemilihan (Agam dan Inong) Duta Wisata Aceh yang diseleksi dari 23 Kabupaten/kota, yang bertugas mempromosikan wisata Aceh didalam dan luar negeri.

"Pasangan terbaik Agam dan Inong duta Wisata Aceh terpilih, akan diikutkan sertakan mewakili Aceh pada tingkat Nasional 2009 di Maluku, guna bersaing kembali dengan berbagai Duta wisata dari daerah lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, pada tahun 2008 ,Hijrah Saputra (25) dan Liza Zulaini (25) Duta Wisata asal Sabang berhasil keluar sebagai juara putra dan putri Duta Wisata Aceh. Namun ditengah jalan, Liza Zulaini memutuskan untuk menikah, Mirzan mengatakan, jika duta wisata Aceh terpilh pada 2009, persyaratan  akan diperketat tidak boleh menikah sebelum masa jabatnnya habis. Hal itu bertujuan agar maksimal mempromosikan wisata Aceh. (slm)
 
 
(0) Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
     R5R4W