Forum Penyelamatan Lut Tawar (FPLT) menghimbau kepada masyarakat sekitar Lut Tawar dan wisatawan yang berkunjung untuk tidak membuang sampah ke danau
LOGIN   |   REGISTER   |    FORGET PASSWORD

   
Selasa, 30 Juni 2009 , 12:11:00

   

.   

Komite Sekolah Protes

TK dan SD Pilar Rusip Dibangun Asal Jadi

Takengon-Banyaknya persoalan terkait pembangunan TK dan SD Pilar Rusip kecamatan Rusip membuat Ketua Komite Sekolah Dasar Negeri SD Pilar Rusip, Armija Lisga dan Paruntungan Pasaribu mewakili warga Kampung Simpang Due Rusip kecamatan Rusip menyatakan komplain terhadap Kepala SD tersebut, Hudan, S. Pd.

Menurut kedua Komite Sekolah ini, (29/6) Armija Lisga dan Paruntungan Pasaribu mewakili warga menyatakan kekesalannya terhadap sikap Hudan, sang kepala SD tersebut. “Saya ketua Komite di SD tersebut sejak 2 tahun ini, tapi tidak pernah dilibatkan dalam urusan pembangunan SD tersebut,” kata Lisga panggilan akrab Armija Lisga.

Menurut keterangan Lisga, jika pembangunannya tidak bermasalah dalam administrasi dan secara fisik bisa dipertanggungjawabkan mutunya, pihak komite sekolah bersama warga tidak akan protes atau komplin. Akan tetapi melihat kondisi bangunan TK yang dibangun 2008 lalu, komite sekolah dan warga sekitar tidak percaya lagi kepada Hudan sebagai pejabat kepsek SD di desa mereka.

“Bangunan TK tersebut sangat tidak layak dan saya sudah laporkan ke Badan Pengawas Daerah (Bawasda) Kabupaten Aceh Tengah.. Dan beberapa hari lalu, Bawasda sudah datang meninjau bangunan TK tersebut,” kata Lisga.

Tak hanya bangunan yang dinilai tidak layak, menurut tokoh masyarakat Pilar, Paruntungan Pasaribu, warga dan aparat kampung sudah menyiapkan lokasi untuk bangunan TK tersebut, tapi entah bagaimana, tanpa proses musyawarah TK kemudian dibangun di lokasi SD Pilar yang berakibat lokasi SD Pilar menjadi berkurang.

Selain itu, menurut Lisga, untuk mobiler TK, seharusnya sesuai RAB senilai Rp. 22 juta, bangku baru yang harusnya dibeli. Tapi Kepsek, Hudan malah memakai bangku bekas TK yang lama akan tetapi dalam pertanggungjawaban keuangan dilaporkan membeli baru.

Terakhir pembangunan SD Pilar yang baru dan kini sedang dalam tahap pembangunan pondasi, Lisga dan Paruntungan yang mengaku mewakili warga Pilar meminta untuk dihentikan proses pembangunannya untuk sementara karena bangunan pondasi sangat tidak layak. “Pondasi tersebut tidak layak dan boleh dilihat sendiri. Kami khawatir keselamatan anak-anak kami nantinya dengan bangunan seadanya seperti TK yang sudah dibangun,” kata Lisga.

Menurut Komite Sekolah , Kinerja kepsek Hudan sudah sangat buruk sebelumnya saat berada di SD Kerawang Leter S Rusip. Komite Sekolah berharap tidak terulang di kampung Rusip.

“Kepsek selaku  PNS, bias pindah-pindah tugas. Akan tetapi akibat kinerja yang tak beres terkait pembangunan fisik sekolah , kami yang menerima akibatnya dikemudian hari “, tegas Lisga.

            Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tengah yang dikonfirmasi akan hal ini , Selasa (30/6) menyatakan akan meneliti terlebih dahulu laporan Komite tersebut


 

 

 

 
 
(0) Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
     B2H9R