Forum Penyelamatan Lut Tawar (FPLT) menghimbau kepada masyarakat sekitar Lut Tawar dan wisatawan yang berkunjung untuk tidak membuang sampah ke danau
LOGIN   |   REGISTER   |    FORGET PASSWORD

   
Senin, 29 Juni 2009 , 09:36:00

   
  Dari Buruh Bangunan Hingga Memiliki Kilang Kopi
Senin, 29 Juni 2009 | 08:55
Pikat Pengunjung dengan Tradisi Minum Kopi Makan Gula Aren
Laporan: Khaddin-Takengon

Merintis apa yang telah hilang tergolong sulit. Namun, bagaimana dengan seorang petani kopi yang tengah membangun usaha lantas harus meninggalkan usahanya saat konflik mendera Aceh. Berikut ini, sisi lain dari perjuangan pengusaha kopi yang bangkit dari keterpurukan.

Seorang pria hitam manis bersama empat orang karyawan lainnya kemarin tengah sibuk melayani para pengunjung pameran industri yang dibuka bersamaan dengan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qura’an (MTQ)ke 29 se Provinsi Aceh di Lapangan Musara Alun, Aceh Tengah beberapa waktu lalu.

”Mau minum kopi pak,” kata Syukurdi Yusri (20) seorang karyawan kepada tiap pengunjung yang datang. Bahkan Saat wartawan koran ini berada dianjungan pameran itu suasana tampak berbeda dimana sejumlah pengunjung yang datang dari 23 kabupaten/kota di Aceh menyempatkan diri singgah untuk menikmati kopi Tanah Gayo yang disajikan tampa gula itu.

Menariknya, menikmati kopi itu memiliki cara tersendiri. Sebab kopi disajikan bersamaan dengan sepiring gula aren dan cara memikmatinya pun tergolong unik dimana setelah kopi di minum dilanjutkan dengan memakan gula aren yang disajian dalam satu piring.

”Ini adalah tradisi daerah kami,” ujarnya seraya menceritakan, pada zaman dahulu penghulu mereka menikmati kopi dengan cara demikian. Bahkan setiap tamu serta sanak-saudara yang datang ke rumah selalu selalu disugukan minuman tersebut.

Sayangnya, tradisi ini sudah jarang dipraktikkan dan hanya disajikan pada waktu-waktu tertentu bila ada tamu daerah lain yang datang. "Bila ada berminat kami juga akan sediakan,” ujarnya.

Bahkan di Tanah dingin itu kini sudah jarang menikmati kopi dengan cara demikian. Sebab sudah ada gula putih sebagai pengganti gula aren yang mudah digunakan serta tidak terlalu merepotan.

”Tradisi ini adalah sebuah kebanggan bagi kami,” ujar pengusaha kopi, Sadikin (43) kepada Rakyat Aceh kemarin. Dengan diiringi senyuman ia mengatakan dirinya membangun kilang Kopi, di Desa Bale Atas, Kecamatan Laut Tawar Takengon.

Usaha itu, dibangun dengan susah payah bahkan saat konflik mendera Aceh, ia harus meninggalkan tanah dingin menuju ke Sumatera Urata. Disana kisahnya, ia sempat bekerja bangunan untuk bertahan hidup.

Bahkan pada tahun 1996-2003 usahanya sempat hilang diperedaran, meski demikian setelah prahara konflik tepatnya tahun 2004 dirinya kembali ke kampong halaman dan merintis usahanya kembali setelah sekian lama ditinggalkannya.

Berawal dengan modal Rp 150 ribu dengan pelan-pelan, ia membangun usaha hingga ia menuai kesuksesan dimana omset keseluruhanya kini sudah mencapai Rp 800 juta dan memiliki 18 orang tenaga kerja baik di Takengon, maupun kebupaten/kota lain di tambah dengan 50 distributor yang tersebar di berbagai daerah di Aceh.

Selain itu, sejumlah peralatan untuk mengolah biji kopi menjadi bubuk halus yang sebelumnya masih memakai cara tradisional. Dan kini sudah dilengkapi dengan peralatan semi teknologi. Bahkan dirinya sudah memiliki beberapa mobil operasional untuk menganggkut biji kopi untuk di bawa ke pabrik.

Tidak hanya itu dirinya juga sudah mengantongi 12 sertifikat. "Sekarangb ini tinggal sertifikat hak paten,” ujar ayah dari tiga yang memiliki tiga orang putra putri itu.

“Tahun 2005 resmi keluar merek Lakun Kopi,” ujar pria yang mengaku hanya sempat duduk di kelas lima Sekolah Dasar (SD).

Sadikin menceritakan nama Lakun kopi diambil dari nama Mendiangnya yang bernama Lakun. Setelah Almarhum tidak ada lagi kemudian diwariskan kepadanya untuk dikelola. “Sekarang pasarannya mulai bagus. Oleh sebab itu saya sangat mengharapkan supaya pemerintah memberikan pinjaman modal dari Bank untuk mengembangkan usaha ini agar lebih maju lagi,” pungkasnya. (*)
 
 
(0) Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
     P0F1M