Takengon- Sebanyak duapuluhan peseda gunung dari Bike Rider Adventure Team (B-RAT) yang dipimpin Chaideer Mahyuddin, Buyung dan Santo, Minggu (27/6) mengunjungi Aceh Tengah dan coba menikmati rute Bur Gayo-One one, Air Terjun Rawe dan keliling danau.
Selama melakukan touring bersepeda gunung, B-RAT dipandu tim Central Atjeh Bicycle Community (CABC) yang beranggotakan Ipin, Ozy, Anto, Pajar dan July. Tim B-RAT selama kunjungan ke Takengon sangat menyukai rute-rute ekstrim untuk kelas downhill.
Di lokasi downhill Bur Gayo-One one, Buyung, yang sangat menyukai downhill sempat terjatuh, namun Buyung tetap melanjutkan bersepeda gunung.”jatuh membuat adrenalin kita semakin terpacu”, kata Buyung.
Puluhan pesepeda gunung Banda Aceh dan Takengon ini kemudian melanjutkan perjalanan ke lokasi eksotik di Gayo lainnya ke air terjun Rawe yang masih sangat alami dan sejauh ini masih dikunjungi para pesepeda gunung Aceh Tengah. Para pesepeda asal Banda Aceh yang merupakan asli putra Aceh ini mengaku sangat menikmati lokasi bersepeda gunung di Aceh Tengah yang kaya akan jalur dan ditambah suasana alam dan pemandangan yang mendukung. "Trek-trek menantang disekitar Banda Aceh sudah kami jajal semua. B-RAT ingin uji trek yang berbeda dan lebih menantang di Gayo," ujar Chaideer (28/6).
Menjelang siang pada Minggu, pesepeda tiba di tensaran (air terjun) Rawe yang juga tempat bersejarah karena salah seorang Sultan Aceh pernah disembuyikan di Rawe selama kurang lebih 3.5 tahun dari kejaran Belanda.
Para pesepeda ada yang mandi di air terjun yang belum dikelola ini dan disambut hujan deras yang mendera kawasan Tasik Rawe.Namun saat pulang dari Air terjun Rawe, Buyung yang suka downhill terpeleset karena jalan licin dan sebelah kakinya membentur batu.
Buyung tidak bisa melanjutkan perjalanan bersepeda karena cidera. Sementara pesepeda lainnya terus mengayuh pedal menikmati Danau. Menurut Buyung, perkembangan bersepeda gunung di Banda Aceh akhir-akhir ini semakin pesat dan diikuti penduduk lokal Aceh.
“Harus kita akui, bersepeda gunung di Aceh dipopulerkan oleh para pekerja yang masuk ke Aceh dari belahan Indonesia dan asing. Tapi kini, pesepeda gunung sudah mulai populer dan diikuti warga lokal di Aceh”, kata Buyung yang sebelumnya menyukai grasstrack.
Para pesepeda gunung asal Banda Aceh ini tidak hanya datang sendiri , banyak diantara pesepeda yang membawa keluarganya sekaligus berlibur di Takengon. Apalagi kegiatan MTQ XXIX Aceh masih berlangsung hingga 29 ini.
Sekretaris CABC, Khalisuddin, menyebutkan , selain B-RAT, komunitas pesepda asal Bireuen yang berjumlah puluhan orang akan tiba di Takengon dan melakukan kegiatan bakti lingkungan menanam pohon penghijauan dan membersihkan sampah dari Pinggir Danau bekerjasama dengan CABC dan Vistaga.
“Sebagian tim sepeda dari Bireuen sudah di Takengon mengurus perijinan dan koordinasi”, kata Khalisuddin yang menyambut baik kegiatan positif ini apalagi diwarnai kegiatan bakti lingkungan dan gotong royong