Forum Penyelamatan Lut Tawar (FPLT) menghimbau kepada masyarakat sekitar Lut Tawar dan wisatawan yang berkunjung untuk tidak membuang sampah ke danau
LOGIN   |   REGISTER   |    FORGET PASSWORD

   
Sabtu, 13 Juni 2009 , 12:49:00

   

 Seminar Melayu Utusan Lima Negara Bertemu di Kedah, Malaysia

 Adat Aceh Berada dalam Garis Islam
Laporan : Idris Bendung, Kedah-Malaysia

 Seminar Dunia Melayu yang berlangsung di Wisma Darul Aman, Kedah, Malaysia, Rabu-Kamis (10 -11 Juni) berlangsung penuh keakraban dan diikuti utusan limaIndonesia saja, setidaknya menampilkan enam pemakalah masing-masing seorang budayawan dari Kota Lhokseumawe, Tgk Yus Dedi. Medan, Sumatera Utara, mengutus dua pemakalah yaitu Fadlin Djafar (Universitas Sumatera Utara) dan Drs Safuan Hadi Umri.

Kemudian, Prof Dr Nurhayati Abd Rahman dari Universitas Hasanuddin, Makasar. Serta Prof Dr Syarif Ibrahim Al-Qadrie dari Universitas Tanjung Pura, Pontianak, Kalimantan Barat.

Budayawan Kota Lhokseumawe, Tgk Yusdedi yang tampil dengan makalahnya “Adat Aceh Berada dalam Garis Islam “ di Wisma Darul Aman, Alor Setar, Kedah, mendapat sambutan hangat.

Menurutnya, adat Aceh sudah ada sebelum agama islam masuk dan dianut oleh masyarakat Aceh. Yang mengatur hidup-hidup orang Aceh diwaktu itu adalah aturan dan ajaran adat Aceh yang menjadi pedoman untuk menata masyarakat dalam segala bidang.

“Kedatangan agama Islam, makin memperkokoh adat Aceh. Dan hukum-hukum Islam dijadikan sebagai landasannya,” kata budayawan Kota Lhokseumawe, Tgk Yusdedi.
Lebih lanjut Tgk Yusdedi menyebutkan adat Aceh berada dalam garis Islam sebagai konsekuensi logis dari ucapan ‘sumpah setia keagamaan’ yaitu “Dua Kalimah Syahadad”.

Oleh karena itu, agama Islam dan adat Aceh, laksana dua zat yang tak dapat dipisahkan. "Adat Aceh tidak statis dan tidak pula kaku. Tetapi dinamis dan progresif serta mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan dengan keadaan yang senantiasa berubah," ujar Tgk Yusdedi.

Hadir pada acara seminar tersebut, Walikota Lhokseumawe, Munir Usman dan Kepala Dinas Syariat Islam Kota Lhokseumawe, Drs H Mursyid Yahya. Sedangkan prakarsa seminar bertema Citra Keislaman dan Kemelayuan di Nusantara ataskerjasama GAPENA (Gabungan Penulis Nasional Malaysia) yang diketui Prof Tan Seri Emeritus Dato’ Ismail Hussein bersama Menteri Besar Kedah, Malaysia.

Selaku tuan rumah penyelenggara, persidangan wacana dunia Melayu menampilkan ahli panel Azmi Hamid dan Haji Azizi Abdullah. Dari Thailand Ustaz Haji Suhaimi Awee. Sedangkan Ahli panel Singapore, Haji Djamal Tukimin. Terakhir, pemakalah asal Brunai Darussalam disampaikan oleh Dr Haji Brahim.

Seminar Wacana Dunia Melayu berthema “Citra Keislaman dan Kemelayuan di Nusantara” dibuka secara resmi oleh Menteri Besar Kedah Darul Aman, Dato’ Seri Haji Azizan Abdul Razak, SPMK.

Dalam sambutan Menteri Besar Kedah, intinya seminar merupakan suatu usaha yang amat gigih dan meluas untuk menyatupadukan bangsa Melayu Muslim di seluruh wilayah yang dikenali sebagai Alam Melayu-Nusantara.
“Disamping itu kita juga dapat memahami dinamika sejarah dalam pembangunan dan permoderenan masyarakat dan bangsa,” kata Menteri Besar Kedah, Darul Aman.

 
 
(0) Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
     P0F1M